Jurusan Tanah

Selangkah Lebih Maju

World Soil Day 2018 Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UB

World Soil Day adalah hari penting dan sangat dinanti-nantikan oleh mereka yang mencintai dan peduli terhadap tanah dan apa yang hidup diatasnya. Hari yang bersejarah ini diperingati setiap tanggal 5
Desember. Tidak terkecuali pada tahun 2018 ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah dan Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ingin menjadi bagian dari peringatan tersebut dengan mengangkat tema “Viva Soil … Soil Health”.

Apa yang Dilakukan Aktivisi Ilmu Tanah di Malang?

Di Malang, para aktivis Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan pameran poster hasil-hasil penelitian serta seminar dengan topik 4 per mill soil carbon initiative for food security and climate change. Di samping itu juga dilakukan kunjungan ke Ranu Pani di kawasan Gunung Semeru yang akhir-akhir ini mengalami longsor, erosi, dan banjir; dan sebagian mahasiswa mengikuti Soil Judging Contest di Bogor.

Lomba Fotografi

Tanggal 5 Desember diselenggarakan lomba fotografi dengan tema “Viva Soil…Soil Healthy”. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang nantinya akan diambil pemenang I, II dan III. Mahasiswa sangat bersemangat !!!
Tidak disangka-sangka konsep Soil Healthy sudah “merasuk” ke dalam pemikiran-pemikiran mahasiswa. Komitmen mereka adalah selalu menjaga “Tanah” dari faktor-faktor yang dapat merusaknya. Siapa Bilang diskusi hanya dilakukan didalam ruang kelas. Dengan media fotografi ini dosen dan mahasiswa bisa saling bertukar pikiran.

Seminar Peran Konservasi Tanah dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Kegiatan Seminar ini dilakukan pada Tanggal 15 Desember 2018 dengan mengangkat tema “Peran Konservasi Tanah Dalam Mitigasi Perubahan Iklim”. Pemahaman mahasiswa semakin bertambah ketika mereka mulai mampu mempelajari bahwa tanah bukan hanya tentang tanah itu sendiri namun juga interaksinya dengan tumbuhan yang tumbuh diatasnya. Mengapa demikian? Karena selain mendukung pertumbuhan tanaman, disisi lain tumbuhan itu sendiri ternyata memiliki peran konservatif yang tinggi dalam menekan perubahan iklim. So, Tanah Sehat, Biodiversitas dan Kesehatan Tanaman Tinggi akan berperan dalam menjaga lingkungan dari dampak perubahan iklim.

Di Awali Penyerahan Hadiah (Penyemangat dalam Berkarya) untuk Pemenang Fotografi

Penyerahan Hadiah ini merupakan kegiatan simbolis untuk meningkatkan semangat mahasiswa dalam menjaga kelestarian tanah dan lingkungan. Hadiah langsung diberikan Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Ir. Kurniatun Hairiah, Ph.D.

Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan dari Prof. Ir. Kurniatun Hairiah Ph.D

Seminar diawali dengan topik “4 per mill soil carbon initiative for food security and climate change”.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Titut Yulistyarini, MP (Kepala Seksi Pelayanan Jasa dan Informasi Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi)

Terakhir dari Rahma Maulida Arzanti (Co Creative Campaign Earth Hour Malang)

Fun Trip Ranu Pani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kegiatan Fun Trip ini dilakukan pada Tanggal 16 Desember 2018 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mitigasi perubahan iklim melalui konservasi tanah dan tanaman.

Di latar belakangi dengan meningkatnya sedimentasi di Ranu Pani yang ironisnya air danau dianggap sebagai “air suci” oleh masyarakat di sekitarnya

Tingginya erosi yang terjadi akibat rendahnya (berkurangnya) tutupan lahan di bagian atas danau (ranu) mengakibatkan sedimentasi meningkat di danau. Disisi lain konservasi sulit dilakukan

karena lahan-lahan di atas danau adalah lahan milik masyarakat yang ditanami tanaman hortikultura. Mahasiswa berusaha “membujuk” petani untuk meningkatkan tutupan lahan di lahan-lahan pertanian mereka.

Penanaman pohon bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas tutupan lahan

Viva Soil…

Soil Healthy…